BAB.6 Playboy Dekil 2
Dokumen Pribadi Menutupi rasa gugup Sinta meremas perut yang mendadak mules, tergesa turun dari dipan dan melesat ke toilet. Seruni menambah volume senyum, terbahak tanpa suara, tahu Tante Sinta mencoba menghindar. Ke tangkap basah loh Tante, wajah dewasa, sikap seperti abg tua? Lucu juga. Hhh. Sengaja berlama-lama di toilet, Sinta menepuk-nepuk pipi dan dada, banyak menghirup udara dan menghembuskan berulang. Mencoba secepatnya menghilangkan debar di dada dan semu wajahnya. kenapa Seruni senyum-senyum, apa dia tahu perasaanku? Anak kecil, tahu apa? Hiburnya. Menatap wajah di toilet Sinta melihat pantulan wajahnya yang pucat tanpa ada cahaya. Bedak dan lipstik sudah hilang entah ke mana, bibir yang biasanya merah delima kini agak kepucatan , yang tersisa hanya sisa rona yang mulai tadi tak luntur dari wajahnya. Bagaimana mungkin seorang Sinta bisa taksir anak si embos, orang nomor satu di kantornya, kan aku nggak sengaja Bunda. Lagian kenapa aku harus takut, toh tidak ada o...