39.TAKI
Aku tak tahu apa yang menyebabkan anggota keluarga baru itu benci, tidak seperti di awal datang ke rumah Yayang Vivi, membelai sayang bulu lembutku. Sayang itu hanya beberapa hari saja, sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat, sama sekali tak menyentuh apalagi mendekati. Seolah aku, binatang najis yang menjijikkan. Apa salahku? "Mas dadaku bunyi krek krek, gatal dalam dada," adunya pada Mas Viko yang baru datang dari kantor. Reaksiku langsung lari di bawah meja begitu mendengar jawaban Mas Viko. "Biar kukandangin!" samar tapi kudengar dengan jelas. Pasrah saja saat Mas Viko menyambar tubuhku dan Doi ke dalam kandang. Sebenarnya tak masalah asal makanan dan minuman aman. "Sayang...." ucap yayang Vivi lembut. Uh, leganyaaa. Gadis manis adik mas Viko ini membebaskanku dan si Doi. Sebenarnya aku tak begitu suka pada Mas Viko, orangnya suka angin-anginan, kadang sayang kadang badanku terlempar karena tangannya yang melayang. Karakternya berseberangan d...