Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

40. Debar Debar

Gambar
 Kucoba mengambil nafas panjang berulang, mencoba bersikap tenang, debaran dada terus saja menggema. Terdengar pintu kamar berderit, Mas Aak menyembuhkan kepala, aku beri senyuman sambil menggulung mukena dan meletakkan di atas tempat tidur.  Tampak heran di wajahnya melihatku yang mandi sebelum Asyar, kebiasaan selalu Asyar dulu mandi setelah mau Maghrib. Tapi sebelum membuka mulut aku sudah membungkamnya.  "Aku mu ke arisan Mas, arisan jam 4, sekarang jam 3," sambil melipat sajadah menumpuknya di atas mukena.  "O. Sekarang tanggal 4, Hari Minggu," tangannya tampak seperti menghitung, mulut komat kamit, aneh. "Pakai baju kuning Ma." tambahnya.  "Ich! Kenapa emang? " heran.  "Kalau mau ngena arisan, turuti deh," ujar Mas Aak ngeloyor pergi.  Ich sejak kapan jadi dukun, ada aja. Tapi emang sih Mas Aak ada keturunan orang pinter, nggak pinter-pinter juga. Dulu, ibu Mas Aak selalu jadi andalan ketika ada barangku yang hilang. Barang apa sa...