Postingan

34. Pinter atau Bodoh

Gambar
"Aku sudah belanja, sudah siapin tempat yang mu masak, sudah nyiapin tetek bengek. Eh sekarang, ketua ngasih tugas baru, buat daftar menu dan presentasi!" Seru Yasmin ngedumel. "Wow, hebat!" Sahut Riri dengan dua jempol, sambil menatap Yasmin yang menghempaskan badannya di sebelah kursi taman sekolah yang diduduki dengan tak sabar. "Apanya yang hebat? Itu menjengkelkan, tauk!" "Harusnya kamu bersyukur Yasmin."  Jawaban Riri yang kalem, membuat Yasmin membelalakkan mata dengan mulut ternganga, untung nggak ada laler masuk. Beberapa teman yang lewat depan taman sekolah memandang aneh, tapi diacuhkan saja oleh keduanya. "Coba pikir Ri, semua aku yang ngerjakan! lantas yang lain tugasnya apa? Pikir RI, pikir!" Riri hanya bisa memandang dan mendengarkan semua keluhan Yasmin, tanpa banyak bicara. Kadang menyela sekedar menimpali saja. Sepanjang Yasmin berbicara, Riri menyimak dan memandang gerakan mulut Yasmin yang bergerak lucu. Apalagi dita...

27. Alasan

Gambar
Dengan memegang gawai kucoba memusatkan perhatian, mencoba mencari ide agar bisa menjadi sebuah tulisan. Tapi ide tak kunjung datang, padahal dari tadi aku sudah mencari kemana-mana. Yang ada malah jari mengetuk tak terkendali, nyasar ke FB dan wa. Jadi acara mencari ide yang tak kunjung datang berakhir dengan membaca novel online, yang ceritanya melantur, membuat kepala pusing dan mata pedas. Kalau sudah begini jangan harap ada tulisan, yang ada hanya lembaran kosong di kolom catatan. Kalau kupikir-pikir, setiap membuat tulisan lebih suka menuliskan di hp di kolom catatan. Mungkin karena kolomnya terbatas, hasil tulisan akan seperti banyak padahal hanya beberapa paragraf. Pernah aku mencoba menulis di laptop, malah tak bisa mengeksekusi ide yang sudah kudapatkan. Kalaupun ada, hanya terdiri dari deretan kalimat yang tak lebih beberapa baris saja. Sejak saat itu aku lebih sering membuat tulisan, di kolom catatan hp saja. Kuberi nomer di setiap judul, agar memudahkan mengingat berapa tu...

26. Ngak Kerasa

Gambar
Baru saja berbaring di kamar Hotel Tata Jogjakarta tempat aku menginap, ketika goyangan berulangkali memantulkan tubuhku di atas tempat tidur. Kusangka kasur bergoyang karena hempasan badan, terjadi beberapa detik! Ya Allah, gempa!  Hari ini aku bersama rombongan seprofesi mengadakan perpisahan untuk 10 teman yang pensiun, maunya langsung istirahat, malah ada gempa. Setengah berlari mengetuk pintu kamar mandi, Lisa temanku lagi mandi. Kudengar dari luar pintu geruduk langkah kaki, bergegas keluar meraih hendel pintu dengan cepat. Kulihat beberapa orang berlarian ke arah tangga, dan sebagian ke arah lift. Melihat kepanikan orang-orang aku bergegas masuk, lantas mengetuk pintu kamar mandi lebih keras lagi. "Mbak! Mbak Lisa! Ada gempa!" Seraya menarik kenop pintu, Lisa lagi memakai handuk, rupanya sudah selesai mandi. "Mana ada gempa aku kok kerasa," seraya mengikat handuk lebih erat, takut lepas. Gempa sudah tak terasa lagi getarannya, yang tahu sibuk menyelamatkan di...

25. Mas Yayang

Gambar
Rumah sakit, rumahnya orang sakit, kalau berkunjung harus tahu ada beberapa aturan yang harus ditaati. Misalnya saja, dilarang merokok, dilarang bicara keras, dan lain-lainnya. "Permisii," suara tegas lembut menghentikan sejenak obrolanku dan Bu Sia yang menunggu giliran masuk ke ruang pasien, menjenguk istri pak Kasiran kepala sekolah.  Pandangan kami terpaku pada sesosok berKulit putih, tinggi, rambut cepak gaya aparat khas anak muda masa kini. Bermata hitam, selembar masker tak dapat menutupi wajah tampannya. Teman guru menoleh serempak pada sosoknya yang sedang mendorong benda segiempat, kereta makanan rumah sakit, sedikit ada jeritan mungkin karena sudah lama dipakai. Deheman terdengar dari jejeran guru, terpesona pada ciptaan Tuhan, tak ada yang terucap yang ada malah bengong. kuputuskan buka mulut, iseng. "Monggo Mas, apa ngak berat dorongnya?" kupanggil mas, karena masih muda. Dia berhenti sejenak dengan jarak sekitar 1 meter dariku, tidak menjawab hanya ter...

24. Salah paham

Gambar
Mentari bersinar terang, seterang hari Risa yang baru saja mendapat kabar dari Kiki, besok hari Selasa akan ada pelatihan PBD di dinas kabupaten. Tentu saja Risa senang dan bangga, sebagai guru honorer mendapat mandat sebagai utusan agar datang ke kabupaten. "Siapa yang bilang Ki?" "Kata bu ketua, kamu yang lumayan aitinya yang datang. Karena pelatihan mengisi aplikasi. Coba hubungi Bu Kus," ujarnya. "Ok Ki, trims." Tanpa membuang waktu, langsung Risa menghubungi ketua gugus untuk mengkonfirmasi info yang di dapat. Bunyi nada dering menandakan hp sudah terhubung, menunggu beberapa saat, tapi sampai nada dering terakhir tak juga diangkat. Sore harinya Risa dikagetkan bunyi hpnya, ternyata dari ketua gugus. Grecep disambarnya benda segiempat yang berada di atas meja belajarnya. "Assalamualaikum Bu Kus." "Walaikum salam. Bu Risa bisa ikut pelatihan tanggal 8 di dinas?" "Iya bisa Bu, tadi Kiki dah bilang ke saya. Jam berapa Bu?" ...

23. Jangan

Gambar
Perayaan Hari Maulid Nabi SAW selalu menjadi acara yang ditunggu bagi ummat penganut agama Islam. Perayaan besar ataupun kecil yang diadakan di tiap instansi maupun lembaga, mereka saling berlomba sebagai bentuk kecintaan kepada nab besar Muhammad SAW. Demikian juga perayaan yang diadakan di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SMA sampai tingkat PAUD, tak terkecuali di SD yang menjadi tempat aku mencari nafkah dan amal soleh yaitu SD Bahagia.  Perayaan yang sudah dirancang sebagai program tahunan saat ini akan dilaksanakan di halaman SD, dengan terop sudah terpasang rapi bener hiasan panggung dengan tikar dan karpet sebagai alasnya. Kepala sekolah dan guru saling bekerja sama agar suksesnya acara yang mengundang korwil komite wali murid, dan tak lupa tokoh agama setempat sebagai penceramah berjalan dengan sukses.  Ternyata yang diundang penceramah perempuan yaitu istri dari bapak kyai yaitu Ibu Nyai Istiqomah, karena beliau tidak bisa hadir karena sudah ada ceramah di tempat l...

22. Malu

Gambar
"Pak, Pak! Anakmu ini menjengkelkan!" Aku menghentikan sejenak aktifitas di depan laptop, melihat istriku Ais yang baru saja datang dari rapat komite di sekolah Fery anak sulung kami. Feiy sekarang ada di kelas 11, di SMA Jatiluhur kota, adiknya Sera masih di kelas 7 di sekolah yang sama. "Opo to Bu?" "Itu Lo Pak, anakmu!" Dengusnya kesal. "Kenapa dengan anakku? Ganteng, hitam manis, pinter!  Anakmu, anakmu. Sopo seng ngeluarin dari perut? Enak saja bilang anakmu, anakmu!"  Sahutku tak mau kalah, mana aku lagi sibuk buat Vidio pembelajaran untuk esok hari. Belum selesai pekerjaan ngedit, datang-datang ngomel. Ibunya anak-anak itu kebiasaan, kalau ada masalah dan anaknya melakukan sesuatu yang  tidak cocok dengan keinginannya, pasti akan bilang, anakmu pak. Tentu saja aku hafal, karena sudah hampir 20 tahun aku membina rumah tangga, jadi sepak terjangnya di dunia anakmu pak, sudah tersemat erat di kepala. Tapi coba kalau anaknya dapat prestasi sep...