27. Alasan



Dengan memegang gawai kucoba memusatkan perhatian, mencoba mencari ide agar bisa menjadi sebuah tulisan. Tapi ide tak kunjung datang, padahal dari tadi aku sudah mencari kemana-mana. Yang ada malah jari mengetuk tak terkendali, nyasar ke FB dan wa.

Jadi acara mencari ide yang tak kunjung datang berakhir dengan membaca novel online, yang ceritanya melantur, membuat kepala pusing dan mata pedas. Kalau sudah begini jangan harap ada tulisan, yang ada hanya lembaran kosong di kolom catatan.

Kalau kupikir-pikir, setiap membuat tulisan lebih suka menuliskan di hp di kolom catatan. Mungkin karena kolomnya terbatas, hasil tulisan akan seperti banyak padahal hanya beberapa paragraf. Pernah aku mencoba menulis di laptop, malah tak bisa mengeksekusi ide yang sudah kudapatkan. Kalaupun ada, hanya terdiri dari deretan kalimat yang tak lebih beberapa baris saja.

Sejak saat itu aku lebih sering membuat tulisan, di kolom catatan hp saja. Kuberi nomer di setiap judul, agar memudahkan mengingat berapa tulisan yang sudah kubuat. Setelah selesai dan direvisi, baru aku kirim ke wa Reni anakku, atau langsung saja kukirim ke FB.

Setelah dikirim di WA, barulah tulisan dipindah ke blog pribadi, selanjutnya tulisan bisa dikirim ke grup berupa alamat tulisan blog. Agak ribet sih, tapi lebih praktis menurut ku. 

Ide tulisan kan bisa di dapat dimana saja ketika ide itu muncul, langsung eksekusi. Coba saja bayangkan ide muncul ketika mau masuk toko, la apa kita mau buka laptop di depan toko, enggak kan?

Reni anakku bingung juga di awal-awal menulis, ada kiriman dariku. Komentar beragampun muncul dari kolom pesan. 

"Buk, aku lagi buat tugas jurnal. Pesan apa nih, pakai nomor lagi."

"Buk, kirim apaan sih, Ibuk lagi curhat, lagi marahan ma Bapak?"

"Aku nggak ikut pelatihan Buk buat apa? Aku bukan guru," kalau ini, ketika aku mau ikut pelatihan yang serba gratis.

Setelah aku beri masukan barulah paham, kenapa aku mengirim banyak tulisan. Akhirnya nggak peduli, tapi terkadang Reni sesekali komentar, katanya tulisanku aneh dan menggelikan. Biar saja.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 04.55, waktunya eksekusi bagian perdapuran. Tar lanjut jos ke tempat kerja, karena absen finjer sudah menanti. Semangat pagi, yes.


BDWS121222


Komentar