23. Jangan
Perayaan Hari Maulid Nabi SAW selalu menjadi acara yang ditunggu bagi ummat penganut agama Islam. Perayaan besar ataupun kecil yang diadakan di tiap instansi maupun lembaga, mereka saling berlomba sebagai bentuk kecintaan kepada nab besar Muhammad SAW.
Demikian juga perayaan yang diadakan di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SMA sampai tingkat PAUD, tak terkecuali di SD yang menjadi tempat aku mencari nafkah dan amal soleh yaitu SD Bahagia.
Perayaan yang sudah dirancang sebagai program tahunan saat ini akan dilaksanakan di halaman SD, dengan terop sudah terpasang rapi bener hiasan panggung dengan tikar dan karpet sebagai alasnya.
Kepala sekolah dan guru saling bekerja sama agar suksesnya acara yang mengundang korwil komite wali murid, dan tak lupa tokoh agama setempat sebagai penceramah berjalan dengan sukses.
Ternyata yang diundang penceramah perempuan yaitu istri dari bapak kyai yaitu Ibu Nyai Istiqomah, karena beliau tidak bisa hadir karena sudah ada ceramah di tempat lain.
Acara demi acara berlangsung dengan hikmat, tibalah acara yang terakhir yaitu makan. Anak-anak makan di tempat, dengan membuka bekal masing-masing, sedang undangan dipersilahkan makan di ruang guru yang disulap menjadi ruang makan.
Menjaga etika tentu saja kita persilahkan dulu ibu nyai untuk mengambil hidangan diikuti undangan lain. Tetiba pak korwil bertanya dengan menu di depannya.
"Pak, ini jangan apa?"
Maklum orang Jawa, yang ditanya pak kepala sekolah orang Madura.
"Kalau dibilang sayur, ya sayur Pak. Pakai bilang jangan," jawabnya, disertai gelak tawa undangan lainnya.
Bdws021122

๐๐orang Jawa bilang jangan itu sayur
BalasHapus