24. Salah paham


Mentari bersinar terang, seterang hari Risa yang baru saja mendapat kabar dari Kiki, besok hari Selasa akan ada pelatihan PBD di dinas kabupaten. Tentu saja Risa senang dan bangga, sebagai guru honorer mendapat mandat sebagai utusan agar datang ke kabupaten.

"Siapa yang bilang Ki?"

"Kata bu ketua, kamu yang lumayan aitinya yang datang. Karena pelatihan mengisi aplikasi. Coba hubungi Bu Kus," ujarnya.

"Ok Ki, trims."

Tanpa membuang waktu, langsung Risa menghubungi ketua gugus untuk mengkonfirmasi info yang di dapat. Bunyi nada dering menandakan hp sudah terhubung, menunggu beberapa saat, tapi sampai nada dering terakhir tak juga diangkat.

Sore harinya Risa dikagetkan bunyi hpnya, ternyata dari ketua gugus. Grecep disambarnya benda segiempat yang berada di atas meja belajarnya.

"Assalamualaikum Bu Kus."

"Walaikum salam. Bu Risa bisa ikut pelatihan tanggal 8 di dinas?"

"Iya bisa Bu, tadi Kiki dah bilang ke saya. Jam berapa Bu?"

"Undangan akan saya kirim tarlagi."

"Ya Bu, makasih."

"Sama-sama."

Malam harinya hp Risa dipinjam Tia main game. Tia baru berusia 7 tahun ditinggalkan main game, sedang Risa mengerjakan modul ajar di laptop, mau dikirim ke Lili guru pengganti.

Tanpa sepengetahuan Risa, Tia membaca pesan dari bu ketua, melihat foto undangan langsung membalasnya. Saya tidak bisa Tia sakit. 

Bu ketua yang membaca wa Risa pagi hari kaget sekali, karena acara akan diadakan jam 7, sedang sekarang jam 5 pagi. Langsung dihubungi Risa, tapi tak ada jawaban karena Risa lagi sibuk masak di dapur.

Sebelum jam 7 Risa sudah di dinas dengan laptop di punggung. Bertemu dengan banyak rekan seprofesi yang menjadi utusan masing-masing kecamatan. Terbengong saat bertemu ketua gugus di parkiran, langsung diberondong pertanyaan.

"Loh, Bu Risa katanya nggak bisa datang, Tia sakit."

"Sapa yang bilang Bu Kus, saya nggak ngirim apa-apa."

"Coba lihat di hp."

Risa menabok kapalnya pelan setelah membaca pesan, ini pasti ulah Tia, yang nggak suka kalau ibunya ikut rapat sampai sore. Beberapa kali Tia berbuat usil karena tak ada yang menemani bermain.

"Maaf Bu Kus, saya pulang saja ya."

"Eh enak saja, kamu yang masuk, saya banyak kerjaan!"

Risa hanya bisa menarik nafas panjang, menghadapi ulah anak semata wayangnya yang ingin perhatian lebih. Ada saja.


Bdws031122

Komentar

Posting Komentar