IA.Dien Soebari (Alumni Kelas Emak Punya Karya)
Seperti kita ketahui, ada banyak manfaat dari menulis, salah satunya, kita merasa puas, lega karena telah mengeluarkan unek-unek.
Secara tidak langsung, menulis pun akan bermanfaat bagi pembaca, misalnya yang saya perhatikan dari tulisan Leni Cahya Pratiwi. Leni Cahya, salah satu peserta Emak Punya Karya yang telah menulis buku berjudul “Happy Mama Melahirkan Generasi Mulia”.
Leni Cahya menulis pengalaman pribadi bersama ibu tercintanya. Dia mengambil rujukan dari buku non-fiksi Lori Gottlieb ketika menjadi terapis dan menjadi pasien dari rekannya sesama terapis. Leni Cahya pun mengambil rujukan dari buku-buku lain, seperti buku gurunda kita Cahyadi Takariawan.
Ketika saya selesai membaca buku karya Leni Cahya dapat menyimpulkan, menulis pengalaman pribadi sangat banyak manfaatnya.
Pengalaman apa saja yang bisa kita tulis?
Mungkin kita berpikir, menulis bagi orang-orang yang mempunyai masalah saja. Mereka curhat, akhirnya menjadi tulisan puisi, cerpen, novel. Itu tidak benar, semua orang bisa menulis, entah itu si punya masalah atau tidak.
Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak momen yang bisa kita tulis, mulai dari bermain bersama anak, peristiwa di luar rumah. Jika ibu rumah tangga, dia bisa menulis tips memasak enak atau tips lainnya.
Saya ambil contoh artikel dari teman saya, Sri Rohmatiah penulis buku “Kalau Berbeda, Lalu Kenapa?”. Dia menulis artikel pengalamannya di salah satu bank pemerintah.
Sri kehilangan uang Rp1 juta secara tiba-tiba di rekeningnya. Dari tulisan itu, dia mendapat pembaca hingga 123 ribu lebih. Tulisan sederhana, tetapi bisa bermanfaat bagi pembaca agar hati-hati dalam transaksi.
Menulis pengalaman pribadi itu mudah karena dialami sendiri, karena bahan yang akan ditulis sudah ada. Kita cukup mengingat runtutan cerita yang akan ditulis.
Menulis pengalaman pun tidak memerlukan sumber data, kita cukup bertanya kepada ayah dan bunda atau orang-orang terdekat.
Berikut beberapa contoh pengalaman pribadi yang bisa kita tulis menjadi sebuah artikel atau buku
- Bercerita tentang kesukaan atau hobi atau kesukaan yang dilakukan sehari-hari.
Ada banyak yang kita sukai, mulai dari makanan, pakaian kegiatan di rumah atau kegiatan di luar rumah. Bahan untuk tulisan ini sangat banyak, jadi tidak akan terjadi kehabisan ide.
- Menulis pengalaman lucu yang pernah dialami sehari-hari.
Ketika kita bergaul dengan keluarga, teman main, teman sekolah atau teman kantor, pastinya banyak pengalaman lucu.
Pengalaman lucu bisa kita kumpulkan jadi satu, bukan tidak mungkin akan menjadi tulisan yang menghibur dan menyenangkan.
- Pengalaman mendidik anak
Sebagian besar orang tua mengalami mendidik anak, mulai dari kecil hingga dewasa. Pengalaman ini bisa kita tulis dan dibagikan kepada pembaca, terutama ibu muda. Tentu dari tulisan ini sangat bermanfaat bagi mereka.
- Menulis berbagi kisah kebaikan, berbagi kisah suka duka.
Pengalaman lain yang bisa kita tulis adalah kisah suka, duka, kebaikan dengan tidak ada maksud sombong.
Menulis kisah kebaikan mungkin akan menjadi inspirasi yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
Bahan untuk tulisan ini tidak akan pernah habis, karena pengalaman sebagai orang tua ada di setiap tindakan. Tentu banyak hikmah yang bisa dipetik dari tulisan ini.
Cara agar Produktif Menulis
Ketika kita mengetahui kalau ide menulis itu sangat banyak, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak produktif.
Agar produktif menulis, kita bisa bergabung di grup menulis, dan dibimbing dari guru yang selalu memberi semangat. Selain itu dukungan pun datang dari teman-teman satu grup.
Paling penting adalah motivasi dari diri sendiri untuk terus menulis agar memberi kemanfaatan kepada orang lain.

Penulis bernama Nurhardini dengan nama pena Dien Soebari. Selain menjadi penulis, dia pun seorang PNS yang tinggal di Bondowoso Jatim. Medsos : Fb ( Nur dini)
Telah tayang di ruangmenulis.id
Komentar
Posting Komentar