21. Umroh Dien Soebari
Sekarang lagi musim haji umroh, banyak orang melaksanakan ibadah umroh selain hemat waktu, juga hemat uang. Tentu saja kalau kita memakai paket yang biasa.
Paket umroh bermacam-macam, mulai dari yang kelas biasa sampai kelas premium. Tinggal memilih sesuai dengan keuangan yang dimiliki.
Setelah datang dari umroh banyak yang kedatangan tamu, tak ada acara yang spesial, hanya sekedar mendengar cerita selama perjalanan, dan terakhir kita dibacakan doa oleh tuan rumah.
Begitu pak RT datang umroh, ibu-ibu pengajian sudah pada heboh untuk datang bertakziah. Setelah melalui musyawarah di grup chat wa, disepakati kita akan datang malam Selasa sesudah acara pengajian.
Ustaz Rosita ketua pengajian datang paling akhir, karena masih merawat suaminya yang sakit, kena gejala struk ringan. Selama ngaji duduknya tidak tenang, gelisah sering berganti posisi.
"Cemas apa Bu?"
"Bapaknya sakit."
"Kan ada yang nungguin?"
"Iya ada," jawabnya menghembuskan nafas lega.
Selesai ngaji kita beranjak pergi ke Haji Umar begitu kita memanggilnya, berbondong-bondong dengan pakaian yang senada. Kita urunan sesuai yang ditentukan dan ditambah kas. Beberapa ibu membeli sembako dari hasil uang urunan.
Begitu semua duduk rapi, Ustaz Rosita selaku ketua memberi sambutan sepatah kata, menyampaikan maksud kedatangan ibu-ibu dari PKK RW. Di akhir sambutannya mungkin karena kurang konsentrasi, teringat suaminya yang sakit tetiba saja Ustaz Rosita berkata.
"Semoga Haji Umar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggal menerima dengan tulis ikhlas."
Huuu....
Jawab ibu-ibu serempak.
Bdws191022

Komentar
Posting Komentar