18. Bulan merona Dien Soebari

 


"Buk Deni, Buk Deni...."

Tok tok tok.

"Buk... Buk... Adakah orang di dalam?"

Telingaku berdenging dan kesadaran jiwaku belum ngumpul, suara-suara bisikan seolah bergentayangan di sekeliling. Perlahan kubuka mata yang seolah ada lem yang merekatkan, suara-suara itu semakin jelas terdengar.

Aku berjingkat kaget, dengan kecepatan penuh langsung bablas keluar kamar. Ternyata suara itu bukan bisikan gentayangan, akan tetapi ada tamu yang minta pintu dibukakan.

"Ya ampun Bu Deni, kita dah siap, kok Ibuk baru bangun tidur."

Bu Lita memakai gamis coklat muda dengan kerudung senada, berkacak pinggang di depan pintu, Bibir merona, tak lupa alis bak bulan sabit. Sedang aku baru bangun, dengan rambut mirip sarang burung, dan mungkin beberapa cetakan lava. 

"Iya, iya maaf. Ketiduran saya."

"Yowes cepetan, aku mu ke Bu Rini dulu," jawabannya membuatku lega, langsung ngacir ke kamar mandi.

Dengan agak ngedumel, menyabun cepat ke seluruh tubuh. Tak habis pikir, tiduran sebentar, malah kebablasan. Kita ibu-ibu PKK RW, hari ini mau takjiah haji ke Ibu Haji Romala yang baru saja datang dari tanah suci.

Selesai mandi, bergegas memakai baju yang sudah aku setrika tadi siang. Gaun coklat muda, lengkap dengan kerudung senada, tak kalah dengan gaun Bu Lita. 

Setelah memakai bedak dan gincu, lantas mengukir alis. Baru mengukir satu alis, suara Bu Lita terdengar memanggil. Dengan terburu aku menyambar kerudung yang aku sampirkan di tiang sandaran dipan.

"Mas berangkat."

" Ya Buk," Mas Ari sudah tahu kalau aku mau pergi takjiah haji.

"Ayo Bu,' ujarku sambil menutup pintu.

 Bu Lita dan beberapa ibu menunggu di depan teras. Begitu memakai sandal aku bergegas pergi, tapi karena merasa sendiri lantas menoleh, ibu-ibu diam di tempat dan memandangku heran.

Aku melihat gaun dan memeriksa letak nya, tak ada yang salah, lantas kenapa mereka bengong sambil senyum penuh arti?

"Ada apa?"

"Kesini deh."

Bu Lita, menyodorkan hp model kamera dan kuterima dengan bengong. Ya ampun, ternyata aku baru melukis alisku sebelah kiri, yang kanan mulus laksana bulan merona. Ampun deh.


Bdws151022

Komentar