17. Lem Biru Dien Soebari
Kupandang hp dengan masgul. Bagaimana tidak, tetiba saja hpku bisa SMS dan mengirim stiker sendiri, padahal aku nggak merasa pernah mengirim stiker ke beberapa teman.
"Kamu ngirim apa sih Lun?"
"Lun, lihat di grup SMP, kamu ngirim apa?"
"Ya ampun Lun, hpmu sepertinya butuh lem biru."
Beberapa ucapan komplain dari teman melalui sms datang bagai panah yang ditembak dengan beruntun. Tak bisa mengelak apalagi menjawab, karena setelah aku lihat dan scroll, kiriman dari hpku memang benar-benar.
Dan lucunya, yang dikirim kalimat-kalimat yang tak ada artinya, berupa kata-kata. Misalnya saja, khghitg, lngfuitrdh, jgyyuknhff. Anehkan?
Dengan hp di tangan, terburu aku pergi ke anakku Radit, yang sedang asik mengerjakan tugas kuliahnya. Serius banget dia hingga tak menyadari kalau aku sedang masuk kamarnya, karena pintu kamar memunggungi tempat duduknya.
"Radit."
"Astagfirullah Ibuk, bikin kaget saja, untung aku nggak jantungan."
"Ih lebay, kamu saja terlalu fokus," ternyata lagi main game, hemm.
"Kenapa Buk?"
"Nih hp Ibuk ngirim pesan sendiri."
Bagai profesor hp, Radit membuka tutup hpku, lantas berkata lantang.
"Ibuk mau hpnya bagus lagi apa?"
"Iyalah Radit."
"Beli lem biru?"
"Lem biru?"
"Lempar hp lama beli baru."
Dengan gemas aku tarik telinga Radit sampai merah, diiringi teriakan, lalu kita tertawa barengan. Tanggal sudah menua, semua serba samar-samar, capek deh.
Bdws131022

Komentar
Posting Komentar