12. Reuni



"Eh Slamet tidak datang lagi ke acara reunian sekarang?" 

Tanyaku celingak celinguk mencari sosoknya. Penasaran saja, soalnya terakhir kali reunian Slamet bareng aku, karena sama-sama nebeng kendaraan.

"Piye to Kowe Dien, Slametkan sering bareng dikau?" sahut Siti sambil tertawa diikuti teman yang lain, nggak tahu apanya yang lucu. 

Sekarang kita lagi reunian di rumah Parji di daerah Ijen Bondowoso. Hawa dingin membuat bawaan mulut minta mengunyah terus, akibatnya hidangan di hamparan tikar cepat tandas. Tapi si empunya tempat rupanya sudah tahu, ketika makanan di atas nampan habis akan keluar lagi makanan baru.

Ada sekitar delapan puluhan teman yang hadir bersama keluarga, dari sekitar 108 anggota grup wa. Tiap 2 bulan sekali bertemu antar 2 kota BB dan CC secara bergilir.

"Iya kamu gimana tu Dien, teman sendiri ilang kok nggak tahu," tukas Rini yang duduk di sampingku sambil mengunyah pisang goreng.

"Emang aku Emaknya apa? Kan kita sama-sama nebeng mobil Harto, jadi tahunya ya ketemu di rumah Harto, begono," sahutku tertawa, diikuti yang lainnya, ketularan aku.

 Memang acara seperti ini bikin kita bawaannya tertawa melulu, ditemani kopi teh dan bermacam gorengan, semua teman yang hadir bercerita macam-macam. Mulai dari masa sekolah dulu hingga anak cucu.

"Iya aneh juga ya, mungkin sekitar 3 kali yang nggak datang. Loh Slametkan satu kecamatan ma kamu Ris, pernah ketemu nggak?"

"Iya emang, sering ketemu kalau ada acara gugus," sahutnya sambil Selfi sana sini.

Tetiba Rosa teman guru yang aktif sebagai pembina Pramuka datang, lantas mengangkat tangannya tanda salam. Capek mungkin ma salaman, karena baru datang dari pelatihan di Surabaya dan langsung datang ke reunian.

"Kalian serius sekali sih, apa sih yang diobrolin?" Lantas duduk bersila, membuat sebagian teman bergeser bokong, mendekatkan minuman sekedar menghilangkan penat. 

"Slamet Ros, nggak datang lagi," sahutku.

"Oh ya. Kalian ingat nggak reunian kita yang di kota BB beberapa bulan lalu?"

"Ingatlah yang waktu di rumah Denikan, kenapa emang?"

"Pulangnya aku mampir di Mesjid Baiturrahman dekat alun-alun. Nah disana ketemu istrinya waktu sholat"

"Lantas?"

"Mereka dari kondangan. Terus istrinya tanya, nggak pernah diajak kalau reunian, padahal pingin ikut. Slamet bilang yang datang reunian tanpa bawa keluarga. Makanya dia heran kenapa aku datang bareng suami."

O'ow, kita saling berpandangan. Pantas Slamet nggak datang lagi.


Bdws190922

Komentar