06. Tahun Ajaran Baru





Menjelang tahun ajaran 2022/2023 banyak diberitakan di surat kabar online tentang fenomena sekolah kekurangan siswa baru yang terjadi di beberapa daerah. Keberadaan siswa merupakan hal yang utama dalam roda keberlangsungan sebuah lembaga. Bagaimana mungkin akan ada kegiatan belajar mengajar jika tidak memiliki siswa, meskipun lembaga tersebut sudah mempunyai program unggulan?

Seperti diketahui bahwa tahun ajaran baru 2022-2023 akan dimulai beberapa hari lagi. Lembaga pendidikan menyambut awal tahun ajaran baru dengan kegelisahan yang disebabkan adanya kecenderungan berkurangnya siswa baru, meskipun tidak semua lembaga menghadapi situasi ini.

Bagi lembaga yang memiliki guru bersertifikat pendidik, kekurangan siswa merupakan saat-saat yang sangat menggelisahkan. Kekurangan siswa membuat kelompok/kelas yang mereka ampu tidak memenuhi kriteria yang harus dipenuhi kelas.

Bagi guru bersertifikat pendidik, memenuhi jumlah siswa di kelompok dan menjadi guru kelompok/kelas merupakan suatu keharusan, jika tidak dipenuhi maka hak yang diterima akan gugur karena kurangnya persyaratan.

Jumlah siswa bisa diabaikan bila kelas/kelompok tidak pararel. Misalnya, di lembaga taman kanak-kanak (TK) terdapat 2 guru yang bersertifikasi dengan jumlah siswa 25. Jumlah masing-masing guru mengampu siswa sebanyak 12 dan 13.  Jumlah siswa masih memenuhi syarat walau siswa tidak memenuhi kuota yaitu sebanyak 15 per kelas.

Selama ini, walaupun ada beberapa lembaga yang tutup karena tidak ada siswa yang masuk ke lembaga tersebut, kasus seperti ini tidaklah banyak, hanya beberapa saja di tiap kecamatan.

Menyikapi fenomena lembaga yang kekurangan siswa, mari kita lihat faktor apa saja yang menyebabkan sebuah lembaga kekurangan siswa. Beberapa faktor itu antara lain:

1. Tidak anak usia balita di daerah tersebut, karena KB sukses. Setiap keluarga yang menempati wilayah di sekitar lembaga hanya punya 1 atau 2 anak saja. Biasanya ada kesenjangan waktu, atau perlu perputaran tahun agar jumlah siswa normal kembali.

2. Dekatnya jarak antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Bagi daerah padat penduduk tidak masalah, tapi bagi daerah yang jarang penduduknya tentu akan menjadi masalah serius. Aturan dari pemerintah dilarang mendirikan lembaga dengan jarak 500 meter, apabila melayani bidang yang sama. Namun, kenyataannya di lapangan terkadang masih ada yang melanggar aturan tersebut.

3. Lembaga kurang dalam promosi ke masyarakat tentang kegiatan yang dilakukan dan prestasi apa saja yang sudah diraih, sehingga masyarakat kurang berminat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke lembaga tersebut.

 

BDWS180722

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membaca beberapa postingan artikel dari beberapa daerah tentang fenomena lembaga yang tidak ada murid baru yang mendaftar pada lembaga pada tahun ajaran sekarang.

 

Keberadaan murid adalah hal yang utama dalam roda keberlangsungan sekolah. Bagaimana mungkin akan ada kegiatan bola suatu lembaga tidak ada muridnya, walaupun lembaga sudah punya program yang bagus.

 

Seperti diketahui bahwa tahun ajaran baru 2022-2023 akan dimulai beberapa hari lagi, lembaga pendidikan sudah mempersiapkan diri menyambut awal tahun baru  dengan debar-debar.

 

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan apakah tahun ajaran ini murid yang masuk lembaga sudah memenuhi kebutuhan yang diinginkan sekolah.

 

Bukan rahasia lagi kalau di setiap tahun ajaran baru ada lembaga yang ketar-ketir takut tidak mendapatkan murid, walaupun tidak semua lembaga menghadapi situasi ini.

 

Bagi lembaga yang tenaga kependidikannya mendapatkan sertifikasi, kekurangan murid adalah saat yang sangat mendebarkan. Kekurangan murid membuat kelompok/kelas yang mereka ampuh tidak memenuhi kriteria yang harus dipenuhi kelas.

 

Bagi pemegang sertifikasi memenuhi jumlah murid di kelompok dan menjadi guru kelompok/kelas merupakan suatu keharusan, kalau tidak maka hak yang diterima akan gugur karena kurangnya persyaratan.

 

Jumlah murid bisa diabaikan bila kelas/kelompok tidak pararel. Misalkan saja di lembaga taman kanak-kanak jumlah guru 2 yang sertifikasi, dengan jumlah murid 25  jumlah masing-masing guru mengampuh murid sebanyak 12 dan 13.  Jumlah murid masih memenuhi syarat walau murid tidak memenuhi kuota yaitu sebanyak 15 perkelas.

 

Selama ini walaupun ada beberapa lembaga yang tutup karena tidak ada murid yang masuk ke lembaga tersebut, kasus seperti ini tidaklah banyak, ada hanya beberapa saja di tiap kecamatan.

 

Menyikapi fenomena lembaga yang kekurangan murid, mari kita lihat faktor apa saja yang menyebabkan suatu lembaga sampai kekurangan murid.

 

Beberapa faktor itu antara lain :

1. Tidak anak usia balita di daerah tersebut, karena KB sukses, setiap keluarga yang menempati wilayah di sekitar lembaga hanya punya 1 atau 2 anak saja. Biasanya ada kesenjangan waktu, atau perlu perputaran tahun agar jumlah murid normal kembali.

2. Dekatnya jarak antara satu lembaga dengan lembaga lainnya, kalau daerah padat penduduk tidak masalah tapi kalau daerah yang jarang penduduknya tentu menjadi akan menjadi masalah serius. Aturan dari pemerintah dilarang mendirikan lembaga dengan jarak 500 meter, apabila me...bidang yang sama, akan tetapi kenyataannya di lapangan terkadang ada yang dilanggar.

3. Lembaga kurang dalam promosi ke masyarakat tentang kegiatan yang dilakukan dan prestasi apa saja yang sudah teraih.

 

Maaf Bu Diana, tolong editkan🙏

Komentar

Posting Komentar